Keris Semar Kuncung dan Kegunaanya

Keris Semar Kuncung dan Kegunaanya

Secara prototipe keris telah tercatat ditemukan di beberapa candi. Seperti di Candi Borobudur (abad ke-8) dan Candi Prambanan (abad ke-9). Pada kedua candi itu ditemukan relief yang yakni senjata keris di zaman tersebut, secara awam wujud desainnya boleh dikata berbeda dari desain keris dikala ini. Pada relief kedua candi itu desain wujud keris masih tampak berbentuk tegak dan tidak asimetris.

Sebelum bercerita panjang lebar membahas perihal Semar Kuncung Pengasihan, akan Saya jelaskan terutamanya dahulu filosofi dari SEMAR itu sendiri, yakni berdasarkan Javanologi Semar artinya Haseming samar-samar yang dalam fenomena harfiah bisa bermakna kehidupan Sang Penuntun.

Keris Semar Kuncung

Sejatinya Sosok Semar yakni tidak lelaki dan juga bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Ini bisa bermakna “Sebagai tokoh pribadi yang hendak mengatakan simbul Sang Selain Tunggal”. Walaupun tangan kirinya mempunyai makna “berserah sempurna dan totaliter serta sekalian simbol keilmuan yang netral tetapi simpatik”.

Domisili Semar yakni sebagai lurah karang dempel, karang bermakna gersang dan dempel artinya keteguhan jiwa. Rambut semar identik dengan “kuncung” yang arti jarwadasa atau dalam pribahasa jawa kuno bermakna hendak mengatakan \\”akuning sang kuncung atau sebagai kepribadian pelayan\\”. SEMAR sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melakukan ibadah amaliah pantas dengan sabda Sang Kuasa.

SEMAR berjalan menghadap keatas yang maknanya yakni “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya dia memberikan figur supaya selalu memandang keatas ( kepada Sang Khaliq ) yang Selain Pengasih serta Penyayang umat”.

Ciri Ciri Keris Semar Kuncung Asli

Kuasa dari makna diatas, kita juga bisa mengenal ciri-ciri sosok semar yakni :
Semar berkuncung seperti kanak kanak,tetapi juga berwajah amat tua.
Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan.
Semar berwajah mata menangis tetapi mulutnya tertawa.
Semar berprofil berdiri sekalian jongkok.
Semar tidak pernah menyuruh tetapi memberikan konsekuensi atas tuntunannya.
Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan kepada Kuasa yang Selain Esa, yakni adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Islam di tanah Jawa. Di kalangan spiritual Jawa, tokoh wayang Semar dilihat sebagai fakta historis spiritual, yang bersifat mitologi dan simbolis perihal Ke Esa-an Kuasa, persepsi dan pengertian perihal Illahi yang menonjolkan pada konsepsi spiritual. Semar yakni waliyullah atau utusan Kuasa.

Mantra Keris Semar Kuncung

Penjelasannya Mantra Keris Semar Kuncung yakni sebagai berikut :
Saya ini yakni asistennya Gusti Allah.
Akulah yang paling tahu “kehendak Gusti Allah” untuk manusia.
Tugasku yakni mengasuh para satria yang sedang melakukan tugas “kebenaran Gusti Allah”.
Saya bisa memakai “jati diri” siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
Wujudku bisa menjadi putri yang menawan sampai raksasa yang seram.
Tokoh Semar wayang ini akan bisa dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa. Gambar tokoh Semar nampaknya yakni simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Kuasa, yang kalau dibaca bisa berbunyi \\”Semar pralambang ngelmu gaib juga kasampurnaning pati\\”.

Filosofi Keris Semar Kuncung

Filosofi Semar yang paling dikenal masyarakat yakni \\”Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur kamurkan Mardika\\” yang artinya “merdekanya jiwa dan sukma”, ini bisa bermakna luas yakni dalam situasi tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, supaya dalam menuju kematian sempurna tidak ternodai oleh dosa. Disini bisa diterangkan bahwa manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane hilang durka murkamu) yang artinya “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan bisa mengontrol dan menasihati hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.

Dalam Filsafat Hanacaraka di tanah Jawa diterangkan perihal lakon Semar Babar Jati Diri yang dalam moral Jawa diceritakan bahwa Semar dalam pewayangan yakni punakawan ” Abdi Pamomong ” yang paling dicintai. Dia muncul di depan layar, dia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya. Dia yakni dewa asli Jawa yang paling berkuasa, penampilannya yang amat simpel sebagai rakyat awam, malahan sebagai abdi, Semar yakni seorang dewa yang mengatasi seluruh dewa. Dia yakni dewa yang ngejawantah ” menjelma menjadi manusia \\” yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan.

Dalam Dunia Spiritual, benda bertuah seperti semar banyak dicari oleh masyarakat yang mempercayainya sebagai azimat untuk pengasihan. Ini disebabkan sebab sifat welas asih semar kepada siapa saja yang dia temui. Dalam dunia gaib banyak terdapat MUSTIKA SEMAR salah satunya yakni Keris Semar Kuncung Kencana yang bisa kita tarik dari dunia mereka.

Makhluk Gaib juga mempunyai moral tersendiri dalam memberikan sebuah benda bertuah kepada yang meminta atau melakukan penarikan, jadi kita jangan asal melakukan penarikan kalau apa yang kita lakukan tidak berkeinginan sia-sia dan tidak membuahkan tuah.

Manfaat Keris Semar Kuncung

Keris Semar Kuncung Kencana Beberapa Dimudahkan Manfaat Diantaranya :
Sebagai pengasihan.
Menonjol dalam seluruh urusan romansa / cinta.
Menambah kharisma dalam diri.
Memancarkan aura cemerlang yang bersinar.
Memperlancar / mendekatkan jodoh bagi yang sulit mendapatkan jodoh.
Membikin menyenangkan dan disukai banyak orang.
Buang lawan tipe Anda menjadi kian tertarik kepada Anda.
Menarik kekuatan cinta dari lawan tipe.
kesialan dalam urusan cinta.
Sebagai pelet.

0